5 bentuk pengampunan dosa di bulan Ramadhan bersumberkan Hadis Nabi saw

http://slideplayer.info

Bulan Ramadhan adalah sebaik-baik bulan yang pernah dicipta oleh Allah sehingga di dalamnya terdapat sekian ribu malah jutaan kelebihan yang tidak akan kita dapati pada masa dan bulan-bulan yang lainnya. Antaranya termasuklah tawaran pengampunan dosa yang Allah janjikan melalui jaminan hadis daripada rasulNya Muhammad S.A.W.

Mari kita perhatikan hadis-hadis ini satu persatu agar kita tidak terlepas peluang untuk mengamalkannya.

1. Melakukan puasa di bulan ini.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa puasa Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)

Image result for ramadhan bulan pengampunan
Hamizan Update

2. Melakukan solat tarawih dan tahajud di dalamnya.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa mendirikan (sebahagian terjemahan menyebutkan qiamullail) Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)

3. Melakukan solat dan ibadah lain di malam Lailatul Qadar. 

Iaitu pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ia adalah malam yang penuh berkah, yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’anul Karim. Dan pada malam itu pula dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa melakukan solat di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu. (Hadits Muttafaq ‘Alaih)

4. Memberi iftor (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi iftor kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api Neraka.” (HR. Ibnu Khuzaimah (dan ia menshahihkan hadits ini), Al-Baihaqi dan lainnya).

5. Beristighfar. Meminta ampunan serta berdo’a ketika dalam keadaan puasa, berbuka dan ketika makan sahur.

Dan dalam sebuah hadis disebutkan: “Ada tiga macam orang yang tidak ditolak do’anya. Di antaranya disebutkan, orang yang berpuasa hingga ia berbuka” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasaa’i dan Ibnu Majah). (Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih mereka masing-masing, dan At-Tirmidzi mengatakannya hadits shahih hasan.)

 

sumber; blog-redzuan-ridz

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*